Oleh: mdponline | Mei 14, 2011

Pemerintah Sulit Tuntaskan Wajib Belajar Sesuai Target

Pemerintah hanya bermimpi bisa menyelesaikan pendidikan wajib belajar (wajar) sembilan tahun pada tahun 2008, jika alokasi anggaran pendidikan yang disediakan tidak memperlihatkan peningkatan yang berarti. Komitmen pemerintah pada pendidikan akan terlihat pada peningkatan anggaran pendidikan yang cukup signifikan untuk mendekati angka 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar 1945.

Hal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR Ferdiansyah kepada Kompas di Jakarta, Kamis (14/11). Kepada Ferdiansyah dimintakan tanggapan tentang keseriusan pemerintah untuk menuntaskan wajar pendidikan dasar, dengan melihat alokasi anggaran pendidikan yang masih jauh dari usaha mendekati angka 20 persen dari total APBN.

“Kalau mau tahun 2008 wajar tuntas, seharusnya pemerintah membuat skenario peningkatan anggaran pendidikan yang jelas, dan dari tahun ke tahun semakin mengarah pada peningkatan alokasi anggaran 20 persen dari total APBN. Ternyata, dalam dua tahun terakhir ini kita tidak melihat komitmen pemerintah untuk meningkatkan anggaran pendidikan,” katanya.

Menurut Ferdiansyah, meskipun pemerintah bisa berharap adanya dukungan masyarakat dan pemerintah daerah untuk membantu penuntasan wajib belajar, namun seharusnya tidak mengurangi kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dasar sembilan tahun bagi masyarakat. “Sudah menjadi kewajiban pemerintah harus menyediakan anggaran yang cukup agar wajar sembilan tahun tuntas pada tahun 2008 bukan omong kosong,” ujarnya.

Dalam rapat dengar pendapat antara Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi, Dirjen Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Fasli Jalal dengan Komisi VI DPR di Jakarta, awal pekan ini, terungkap adanya keinginan pemerintah untuk menuntaskan wajar sembilan tahun pada tahun 2008.

Indra Djati memperkirakan, kebutuhan dana untuk mendukung penuntasan wajar itu mencapai Rp 188,3 trilyun atau sekitar Rp 31,4 trilyun per tahun. Dengan perincian Rp 77,9 trilyun untuk penuntasan di SD enam tahun dan yang sederajat, dan Rp 110,4 trilyun dipergunakan untuk penuntasan di tingkat SLTP dan yang sederajat.

Untuk tingkat SD dan yang sederajat, menurut Indra, dibutuhkan biaya perawatan sekitar Rp 1,08 trilyun per tahun, dan biaya operasional mencapai Rp 10,2 trilyun per tahun. Selain itu, masih ada dana sekitar Rp 1,7 trilyun untuk peningkatan mutu SD.

“Bayangkan saja, kondisi infrastruktur SD sekarang banyak yang mengalami kerusakan. Data tahun 1998 memperlihatkan ada 172.030 ruang kelas yang rusak berat. Dari jumlah ini, baru dikurangi 27.929 ruang kelas yang berhasil direhabilitasi tahun 2002,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dana ini, kata Indra, sebenarnya ada sharing yang ditanggung bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Karena memang ada dana yang sudah disalurkan melalui mekanisme dana alokasi umum (DAU) dan munculnya sekolah-sekolah swasta, terutama di SLTP yang lebih dari 30 persen anggarannya sudah ditanggung masyarakat. (MAM)

“Bayangkan saja, kondisi infrastruktur SD sekarang banyak yang mengalami kerusakan. Data tahun 1998 memperlihatkan ada 172.030 ruang kelas yang rusak berat. Dari jumlah ini, baru dikurangi 27.929 ruang kelas yang berhasil direhabilitasi tahun 2002,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dana ini, kata Indra, sebenarnya ada sharing yang ditanggung bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Karena memang ada dana yang sudah disalurkan melalui mekanisme dana alokasi umum (DAU) dan munculnya sekolah-sekolah swasta, terutama di SLTP yang lebih dari 30 persen anggaran masyarakat. (Sumber : Kompas,  15 Nopember 2002 )

Dikutip dari : Majalah Dunia Pendidikan No.40, 15 Desember – 14 Januari 2003, halaman 7


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: